Rotasi dan Revolusi Bumi


Pada bab ini kamu akan mempelajari:
A. Rotasi bumi.
B. Revolusi bumi.
C. Revolusi bulan.
D. Gerhana bulan dan gerhana matahari.



Kata kunci:
-     Ekliptika
-     Gerhana
-     Kalender Komariyah
-     Kalender Syamsiah
-     Penumbra
-     Revolusi bumi
-     Rotasi bumi
-     Umbra

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini diharapkan kamu dapat:
1.      Mendemonstrasikan dengan menggunakan model peristiwa rotasi bumi.
2.      Memprediksi akibat peristiwa rotasi bumi, misal terjadinya siang dan malam dan perbedaan waktu.
3.      Mendemonstrasikan gerakan bumi mengelilingi matahari (revolusi)
4.      Memperagakan dengan menggunakan model revolusi bulan mengelilingi bumi.
5.      Menggambarkan terjadinya gerhana bulan dan matahari.
6.      Mengenali beberapa bentuk gerhana matahari dan bulan menggunakan model atau charta.
7.      Menyelidiki dengan menggunakan model rotasi bumi, hubungannya dengan terjadinya perubahan musim di belahan bumi utara dan selatan.
8.      Menyelidiki dengan menggunakan model revolusi bumi, hubungannya dengan terjadinya perubahan musim di belahan bumi utara dan selatan.
9.      Menjelaskan sistem penanggalan atau kalender (kalender Masehi dan kalender Hijriah) serta hubungannya dengan revolusi bumi.
10.    Menjelaskan dasar perhitungan tahun Masehi dan dasar perhitungan tahun Hijriah.


Masih ingatkah kamu gerakan-gerakan yang dilakukan bumi? Bumi melakukan dua gerakan sekaligus, yaitu rotasi dan revolusi. Rotasi adalah gerakan bumi berputar pada porosnya. Sedangkan revolusi adalah gerakan bumi mengelilingi matahari.


A. ROTASI BUMI

Pernahkah kamu melihat gasing yang sedang berputar? Kira-kira seperti itulah perputaran bumi pada porosnya.

Sekali berotasi, Bumi memerlukan waktu sekitar 24 jam (sehari). Arah rotasi bumi berlawanan dengan arah perputaran jarum jam. Perhatikan Gambar 11.2b. Dapatkah kamu menjelaskan arah rotasi bumi?


Perputaran bumi pada porosnya (rotasi) menyebabkan terjadinya peristiwa pergantian waktu siang dan malam. Selain itu rotasi bumi juga menyebabkan terjadinya gerak semu harian matahari dan perbedaan pembagian waktu di berbagai tempat belahan bumi.

1. Terjadinya siang dan malam
Siang dan malam terjadi secara bergantian. Pada setiap waktu hanya separo permukaan bumi yang mendapat sinar matahari.


Perhatikan Gambar 11.3 Bagian bumi yang disinari matahari mengalami siang. Sedangkan bagian bumi yang tidak mendapat sinar matahari mengalami waktu malam.

Untuk memahami peristiwa terjadinya siang dan malam, lakukanlah kegiatan berikut bersama dengan temanmu.


2. Matahari terlihat terbit di timur dan tenggelam di barat
Dalam kenyataan sehari-hari, kita tidak merasakan bumi berputar pada sumbunya. Yang kita ketahui adalah matahari terbit di sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Gerakan matahari yang demikian disebut gerak semu harian matahari. Gerakan yang demikian tidak saja dialami oleh matahari, tetapi juga dialami oleh benda-benda langit lainnya seperti bintang dan bulan. Pada malam hari jika kita perhatikan dengan cermat, bulan dan bintang pun terlihat bergerak dari timur ke barat. Hal ini dikarenakan bumi berotasi dari barat ke timur.


3. Terjadi perbedaan pembagian waktu
Sekali bumi berotasi memerlukan waktu 24 jam. Dalam satu kali rotasi semua tempat di permukaan bumi telah mengalami perputaran 360° bujur.

Seperti kita ketahui bahwa bumi dibagi menjadi 360° bujur, yang dinyatakan dengan garis bujur. Dengan demikian dapat kita hitung bahwa setiap derajat bujur bumi ditempuh dalam waktu (24 × 60 menit) : 360 = 4 menit. Ini berarti bahwa perbedaan waktu dua tempat di bumi yang perbedaannya satu derajat adalah 4 menit. Sehingga bila dua tempat di bumi ini perbedaan bujurnya 15°, maka pada dua tempat itu terjadi selisih waktu 15 × 4 menit = 60 menit.


Garis bujur 0° melewati kota Greenwich, di Inggris. Oleh karena itu, waktu di Greenwich ditetapkan sebagai waktu pangkal yang disebut Greenwich Mean Time (GMT).

Setiap garis bujur sejumlah 15° atau kelipatannya di sebelah timur atau barat bujur 0° ditetapkan sebagai bujur standar. Jika letak bujur standar di sebelah barat bujur 0° waktunya dikurangi. Sedangkan bila letaknya di sebelah timur bujur 0° waktunya ditambah.

Misalnya waktu GMT menunjukkan pukul 09.00, waktu di daerah dengan garis bujur 15° di sebelah barat kota Greenwich menunjukkan pukul 08.00. Sebaliknya waktu di daerah dengan garis bujur 15° di sebelah timur Greenwich menunjukkan pukul 10.00.


Wilayah Indonesia terletak di antara 95°–141° BT, berarti ada tiga bujur standar, yaitu 105°, 120°, dan 135°. Oleh karena itu Indonesia memiliki tiga daerah waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT). Waktu Indonesia Barat lebih lambat satu jam dibanding WITA, dan lebih lambat 2 jam dibanding WIT. Misalnya bila WIB menunjukkan pukul 08.00, maka WITA menunjukkan pukul 09.00 dan WIT menunjukkan pukul 10.00.


Perbedaan WIB dan GMT, lebih cepat 7 jam. Waktu Indonesia Barat terletak pada bujur standar 105° BT, maka dalam penetapan atau perhitungannya adalah waktu GMT ditambah 7 jam.


B. REVOLUSI BUMI

Selain berputar pada porosnya, bumi beredar mengelilingi matahari. Peredaran bumi mengelilingi matahari disebut revolusi. Satu kali bumi berevolusi membutuhkan waktu 365 ¼ hari. Pengaruh rotasi dan revolusi bumi ini digunakan sebagai dasar dalam pembuatan kalender atau penanggalan. Penanggalan yang dibuat berdasarkan kala rotasi dan revolusi bumi disebut kalender Masehi atau kalender Syamsiah.

Menurut kalender atau penanggalan ini, satu tahun dibagi menjadi 12 bulan, seperti pada Tabel 11.1


Perhatikan tabel di depan. Jumlah hari dalam satu tahun hanya 365 hari, sedangkan revolusi bumi adalah 365 ¼ hari. Supaya menjadi genap, setiap empat tahun sekali jumlah hari pada bulan Februari ditambah 1 hari sehingga menjadi 29 hari. Sehingga umur dalam tahun tersebut 366 hari. Tahun yang terdiri 366 hari disebut tahun kabisat. Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun sekali. Kaisar Romawi yang bernama Yullius Caesar menetapkan tahun kabisat adalah tahun yang habis dibagi empat, misalnya 1988, 1992, 2000, dan seterusnya.

Berdasarkan perhitungan lebih lanjut, ternyata tidak semua tahun yang habis dibagi 4 tersebut tahun kabisat, terutama tahun yang terakhir dengan 00 atau yang disebut tahun abad. Tahun abad yang termasuk tahun kabisat adalah tahun abad yang angkanya habis dibagi 400. Tahun 1900 bukan tahun kabisat, karena walaupun habis dibagi 4 tetapi tidak bisa dibagi 400.


Seperti halnya rotasi bumi, revolusi bumi juga tak bisa kita lihat dan juga tak bisa dirasakan. Ternyata selama mengedari matahari sumbu bumi miring dengan arah yang sama. Kemiringan itu besarnya 23,5° dari garis tegak lurus pada ekliptika. Ekliptika adalah garis edar atau lintasan planet bumi.

Karena kemiringan ini menyebabkan terjadinya pembagian musim. Seolah-olah matahari dapat bergeser ke arah utara dan selatan pada titik terbitnya. Perhatikan gambar 11.7!


Pada tanggal 21 Maret, matahari terbit tepat di khatulistiwa. Pada tanggal 21 Juni, matahari terbit tepat di garis balik utara. Pada tanggal 23 September, matahari terbit di khatulistiwa. Pada tanggal 21 Desember, matahari terbit tepat di garis balik selatan.

Dari tanggal 21 Desember sampai dengan tanggal 21 Juni seolah-olah kedudukan matahari bergeser dari selatan ke utara. Dari tanggal 21 Juni sampai dengan tanggal 22 Desember seolah-olah kedudukan matahari bergeser dari utara ke selatan.

Kedudukan matahari terhadap bumi yang berubah- ubah menyebabkan lama penyinaran dan sudut datangnya matahari pada bagian-bagian bumi tidak sama, sehingga panas di bumi juga tidak sama.

Ketika matahari berada di sebelah utara khatulistiwa, belahan bumi utara mendapat sinar matahari lebih banyak daripada bumi selatan. Akibatnya belahan bumi utara mengalami musim panas dan belahan bumi selatan mengalami musim dingin. Demikian pula sebaliknya.

Pada bagian bumi yang jauh dari khatulistiwa mempunyai empat musim dalam setahun. Empat musim itu adalah panas, gugur, dingin, dan semi. Sedangkan waktu berlangsungnya empat musim tersebut adalah seperti tabel berikut.


Karena Indonesia berada di daerah khatulistiwa, maka Indonesia tidak mengalami empat musim. Indonesia mengalami dua musim, yaitu musim kemarau dan penghujan. Musim kemarau berlangsung pada bulan April sampai September. Musim penghujan terjadi kira-kira pada bulan Oktober sampai Maret.

Pada bulan April sampai September matahari berada di belahan bumi utara akibatnya bagian bumi belahan utara suhunya tinggi dan tekanan udaranya rendah. Hal ini menyebabkan angin bertiup dari selatan ke utara. Di Indonesia bertiup angin musim timur yang bersifat kering. Pada saat itu Indonesia mengalami musim kemarau.

Sebaliknya pada bulan Oktober hingga Maret, matahari berada di belahan selatan bumi. Suhu di daerah belahan bumi bagian selatan tinggi. Suhu yang tinggi mengakibatkan daerah tersebut tekanan udaranya rendah. Hal ini menyebabkan angin bertiup dari utara ke selatan. Di Indonesia bertiup angin musim barat yang banyak mengandung uap air, oleh karenanya pada saat itu Indonesia mengalami musim penghujan.


C. BULAN BEREVOLUSI TERHADAP BUMI

Bulan merupakan satelit bumi, Seperti halnya bumi, bulan juga berotasi dan berevolusi. Bulan berputar mengelilingi bumi atau revolusi memerlukan waktu 29 ½  hari. Rotasi bulan lamanya juga 29 ½ hari. Akibat rotasi bulan dan kala revolusinya sama, maka permukaan bulan yang menghadap ke bumi selalu sama.

Selain berputar pada porosnya (rotasi) dan beredar mengelilingi bumi (revolusi), bulan juga beredar mengelilingi matahari bersama bumi. Pola peredaran bulan mengelilingi bumi dan bumi mengelilingi matahari, menyebabkan kedudukan bulan terhadap bumi berubah-ubah. Suatu saat bumi berada di antara bulan dan matahari. Saat itu disebut bulan purnama. Pada saat yang lain bulan berada di antara matahari dan bumi. Saat itu disebut bulan mati. Pada saat yang lain lagi kedudukan bulan berbeda dengan kedua kedudukan tersebut. Sehingga dari permukaan bumi terlihat adanya bulan sabit dan bulan separo.


Selain penanggalan Masehi atau Syamsiyah, ada pula penanggalan Komariyah atau penanggalan bulan. Penanggalan bulan disebut juga penanggalan (kalender) Hijriah. Penanggalan Komariyah perhitungannya didasarkan pada kala revolusi bulan.

Pada saat bumi telah mengelilingi matahari satu kali, bulan telah mengelilingi bumi 12 kali. Lamanya bulan mengelilingi bumi satu kali adalah 29,5 hari. Sehingga berdasarkan perhitungan kala revolusi bulan lamanya sama dengan 12 × 29,5 hari. Sehingga berdasarkan perhitungan revolusi bulan, maka satu kali bumi berevolusi lamanya sama dengan 12 × 29,5 hari = 354 hari. Dengan kata lain satu tahun Komariyah sama dengan 354 hari.

Untuk memudahkan perhitungan jumlah hari dalam kalender Komariyah, ada bulan yang berumur 29 hari dan ada pula yang berumur 30 hari. Pembagian jumlah hari setiap bulannya pada kalender Komariyah adalah sebagai berikut.


Menurut peredaran bulan, lama bulan Zulhijah lebih dari 29,5 hari. Pembulatan dalam jangka lama akan berakibat terjadinya penyimpangan yang semakin besar. Untuk mengatasi hal ini dalam kalender Komariyah juga mengenal tahun kabisat.

Dalam penanggalan (kalender) Komariyah, bulan Zulhijah tahun kabisat berumur 30 hari. Sehingga satu tahun kabisat berumur 355 hari. Dalam 30 tahun terdapat 11 tahun kabisat Komariah, yaitu tahun ke-2, ke-5, ke-7, ke-10, ke-13, ke-16, ke-18, ke-21, ke-24, dan ke-29.

Bulan lebih kecil daripada bumi. Gaya gravitasinya pun juga lebih kecil. Namun beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh bulan pada bumi cukup besar, khususnya dalam hal tarikan gravitasinya. Air laut mengalami pasang surut akibat pengaruh gaya gravitasi bulan. Pasang surut ialah naik dan turunnya permukaan air laut secara berulang-ulang dengan waktu beraturan.


Pada waktu malam hari bulan dekat dengan bumi, air laut tertarik oleh gravitasi bulan maka permukaan air laut naik atau terjadi pasang. Sebaliknya pada saat yang sama, bagian bumi yang mengalami waktu siang hari, kedudukan bulan jauh dari bumi. Akibat pengaruh gaya gravitasi bulan tidak mencapai permukaan bumi sehingga di daerah ini permukaan air laut turun atau terjadi surut. Pasang yang paling besar terjadi pada saat bulan utuh atau bulan purnama.

Karena kedudukan bulan selama beredar mengelilingi bumi berubah-ubah, maka masa berlakunya air pasang dan air surut tidak tepat 12 jam, yaitu kurang lebih 12 jam 26 menit.


D. GERHANA BULAN DAN GERHANA MATAHARI

1. Gerhana Bulan
Pernahkan kamu melihat gerhana bulan? Kapankah gerhana bulan itu terjadi? Dan bilamana terjadi gerhana bulan? Gerhana bulan hanya terjadi pada waktu malam hari ketika bulan purnama. Gerhana bulan terjadi apabila bulan berada dalam daerah bayang-bayang bumi. Peristiwa ini terjadi ketika kedudukan bumi berada pada satu garis lurus dengan matahari dan bulan. Pada peristiwa ini bumi terletak di antara matahari dan bulan.

Karena matahari lebih besar, maka terjadi dua macam bayangan bumi, yaitu bayangan inti (umbra) dan bayangan kabur (penumbra).


Bayangan inti (umbra) sangat gelap dan berada di tengah-tengah, sedangkan bayangan kabur atau juga disebut bayangan sebagian (penumbra) agak terang. Bayangan penumbra mengelilingi bayangan umbra. Bila seluruh permukaan bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) bumi, maka terjadilah gerhana bulan total. Sedangkan bila hanya sebagian saja permukaan bulan yang masuk ke dalam bayangan inti dan sebagian lagi ada di dalam bayangan kabur (penumbra) maka terjadilah gerhana bulan sebagian. Gerhana bulan sebagian terjadi sebelum dan sesudah gerhana bulan total.


Gerhana bulan berlangsung cukup lama yaitu sekitar 6 jam. Namun, gerhana bulan total paling lama berlangsung 1 jam 40 menit. Agar lebih jelas pengertian tentang gerhana bulan ini, lakukan kegiatan berikut.


Bola kecil (bulan) tidak mendapat cahaya karena cahaya dari lampu senter (matahari) terhalang oleh bola besar (bumi). Pada saat itu terjadi gerhana bulan. Ketika bola kecil digeser hingga keluar bayangan, bola kecil mendapat cahaya dari lampu senter. Pada saat itu tidak terjadi gerhana bulan.

2. Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi pada siang hari. Gerhana matahari terjadi karena sinar matahari terhalang oleh bulan sehingga beberapa saat sinar matahari tertutup dan tidak tampak dari bumi. Hal ini terjadi karena bulan berada pada satu garis lurus di antara matahari dan bumi.


Permukaan bumi yang tertutup bayang-bayang inti bulan (umbra) tidak terkena cahaya matahari. Tempat itu mengalami gerhana matahari total dan suasananya gelap walaupun siang hari.

Gerhana matahari sebagian terjadi saat bumi berada pada daerah bayangan penumbra bulan sehingga ada bagian matahari yang terlihat normal. Pada saat ini sebagian cahaya matahari yang menuju ke bumi terhalang oleh bulan.

Selain gerhana matahari total dan gerhana matahari sebagian, adakalanya sebagian wilayah permukaan bumi mengalami gerhana matahari cincin. Gerhana matahari cincin terjadi di permukaan bumi yang terkena lanjutan bayang-bayang umbra bulan. Peristiwa ini terjadi saat bulan berada pada titik terjauh dari bumi. Sementara itu bumi berada pada titik terdekatnya dengan matahari. Di daerah yang mengalami gerhana ini matahari tampak bercahaya berbentuk seperti cincin sedang di bagian tengahnya kelihatan kabur.



Agar lebih memahami pengertian tentang gerhana matahari, lakukan kegiatan berikut.


Pada bola plastik besar (bumi) terjadi bayangan karena cahaya dari lampu senter (matahari) terhalang oleh bola plastik kecil (bulan). Pada saat itu terjadi gerhana matahari. Setelah bola kecil digeser, bayangan pada bola besar hilang karena tidak terhalang oleh bola kecil. Pada saat itu tidak terjadi gerhana matahari.


RANGKUMAN
1.      Bumi berbentuk bulat seperti bola, agak pepat pada kedua kutubnya, dan menggembung pada bagian lintasan khatulistiwa (ekuator).
2.      Perputaran bumi pada porosnya disebut rotasi.
3.      Peredaran bumi mengelilingi matahari disebut revolusi.
4.      Rotasi bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam, gerak semu harian, dan perbedaan pembagian waktu.
5.      Revolusi bumi menyebabkan terjadinya pergantian musim.
6.      Di daerah yang jauh dari khatulistiwa mempunyai empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, musim dingin.
7.      Karena Indonesia berada di daerah khatulistiwa, maka Indonesia hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau (panas) dan musim penghujan (dingin).
8.      Kalender Masehi (Syamsiah) dihitung berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari.
9.      Karena kala rotasi bulan sama dengan kala revolusinya, maka permukaan bulan yang menghadap bumi selalu sama.
10.   Bulan berevolusi terhadap bumi lamanya 29,5 hari.
11.   Kalender Komariyah dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi.
12.  Gravitasi bulan menyebabkan terjadinya pasang surut permukaan air laut.
13.  Gerhana bulan terjadi karena sinar matahari yang jatuh ke bulan terhalang oleh bumi.
14.  Gerhana matahari terjadi karena sinar matahari yang jatuh ke bumi terhalang oleh bulan.
15.  Gerhana matahari dapat berupa gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin.
16.  Gerhana matahari terjadi di waktu siang hari. Gerhana matahari terjadi bila bulan berada pada satu garis lurus di antara matahari dan bumi.
17.  Gerhana bulan hanya terjadi di waktu malam hari ketika bulan purnama.
18.  Gerhana bulan terjadi akibat bulan berada dalam daerah bayang-bayang bumi. Peristiwa ini terjadi ketika kedudukan bumi berada pada satu garis lurus dengan matahari dan bulan.
19.  Gerhana bulan berlangsung cukup lama yaitu kira-kira enam jam.


GLOSARIUM
ekliptika                          : garis edar (lintasan) planet mengelilingi matahari.
gerhana                          : matahari (bulan) gelap sebagian (seluruhnya) dilihat dari bumi.
kalender Komariyah       : perhitungan kalender berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi.
kalender Syamsiah         : sering juga disebut kalender Masehi, adalah perhitungan kalender berdasarkan peredaran bumi mengelilingi mata-hari.
penumbra                       : bayangan kabur.
revolusi bumi                 : bumi berputar mengelilingi matahari.
rotasi bumi                     : bumi berputar pada porosnya.
umbra                             : bayangan inti.


REFLEKSI
Bumi melakukan dua gerakan sekaligus, yaitu rotasi dan revolusi. Rotasi adalah gerakan bumi berputar pada porosnya. Sedangkan revolusi adalah gerakan bumi mengelilingi matahari. Apakah kamu sudah paham kedua hal itu?
Bila mengalami kesulitan, buatlah daftar pertanyaan dan sampaikan kepada guru untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut!


Uji Kompetensi

I. Pilihlah salah satu jawaban yang tepat!

1.      Bentuk bumi kita ....
a. bulat
b. melengkung
c. lonjong
d. elips

2.      Lapisan bumi yang paling luar adalah ....
a. mantel bumi
b. kerak bumi
c. inti bumi
d. batuan bumi

3.      Pernyataan di bawah ini yang merupakan bukti bahwa bentuk bumi kita bulat adalah....
a. adanya daratan dan lautan
b. gunung-gunung menjulang tinggi
c. jika kita berlayar terus ke satu arah, maka kita akan kembali ke tempat semula
d. bumi kita diselimuti oleh atmosfer

4.      Terjadinya siang dan malam adalah akibat dari ....
a. bumi beredar mengelilingi matahari
b. bulan beredar mengelilingi bumi
c. bumi berputar pada porosnya
d. bulan berputar pada sumbunya

5.      Kala revolusi bumi kita adalah ....
a. 356,5 hari
b. 365,25 hari
c. 365,5 hari
d. 366 hari

6.      Arah rotasi bumi kita adalah ....
a. utara ke selatan
b. selatan ke utara
c. timur ke barat
d. barat ke timur

7.      Matahari terbit dari sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Gerakan matahari yang demikian disebut ....
a. gerak semu harian
b. gerak teratur
c. gerak otomatis
d. gerak nyata harian

8.      Perbedaan waktu pada dua tempat di bumi yang perbedaan bujurnya satu derajat adalah....
a. 10 menit                                   c. 5 menit
b. 7 menit                                     d. 4 menit

9.      Sekali berotasi, bumi memerlukan waktu sekitar ....
a. 23 jam                                       c. 25 jam
b. 24 jam                                      d. 26 jam

10.    Perhitungan penanggalan Syamsiah didasarkan pada ....
a. peredaran satelit bumi
b. kala revolusi bumi
c. kala rotasi bulan
d. kala revolusi bulan

11.    Gerhana bulan terjadi di waktu ....
a. petang hari
b. siang hari
c. malam hari
d. pagi hari

12.    Gerhana bulan terjadi bila bulan berada ....
a. tepat di depan bumi
b. tepat di belakang matahari
c. dalam daerah bayang-bayang bumi
d. membelakangi bumi

13.  Gambar berikut menunjukkan terjadinya gerhana ....


a. matahari total
b. matahari sebagian
c. bulan
d. matahari cincin

14.    Ketika kedudukan bumi berada pada satu garis lurus dengan matahari dan bulan terjadilah peristiwa ....
a. gerhana bulan
b. gerhana matahari total
c. gerhana matahari sebagian
d. gerhana matahari cincin

15.    Bila seluruh permukaan bulan masuk ke dalam bayangan inti bumi terjadilah peristiwa ....
a. gerhana bulan total
b. gerhana bulan sebagian
c. gerhana matahari total
d. gerhana matahari sebagian

16.    Gerhana bulan berlangsung kira-kira ....
a. lima jam
b. enam jam
c. tujuh jam
d. delapan jam

17.    Gerhana matahari terjadi di waktu ....
a. malam hari                                c. pagi hari
b. petang hari                               d. siang hari

18.    Gerhana matahari terjadi karena sinar matahari terhalang oleh ....
a. bumi                                         c. satelit
b. bintang                                     d. bulan

19.    Ketika terjadi gerhana matahari kedudukan bulan berada pada satu garis lurus di antara....
a. matahari dan bumi
b. matahari dan bulan
c. bulan dan bumi
d. satelit dan bumi

20. Gambar berikut menunjukkan terjadinya peristiwa ....


a. gerhana bulan total
b. gerhana bulan sebagian
c. gerhana matahari
d. siang dan malam


II. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Bumi berputar pada porosnya. Sekali berputar lamanya ....
2. Perputaran bumi mengelilingi matahari disebut ....
3. Pada gambar di bawah peredaran bulan selalu mengiringi bumi, maka bulan disebut ....


4.    Tahun yang angka tahunnya dapat dibagi empat dan bulan Februari lamanya 29 hari disebut tahun ....
5.    Apabila di belahan bumi selatan musim dingin, di belahan bumi utara mengalami musim ....
6.

Gambar di atas menunjukkan perputaran bumi pada porosnya yang mengakibatkan terjadinya peristiwa ....

7.      Selama mengedari matahari sumbu bumi miring dengan arah yang sama. Kemiringan itu besarnya ....
8.      Indonesia memiliki dua musim karena ....
9.      Gerakan yang dilakukan bulan antara lain ....
10.    Bulan purnama terjadi saat ....
11.    Ketika terjadi gerhana matahari permukaan bumi yang tertutup bayang-bayang inti bulan tidak terkena ....
12.    Gerhana matahari sebagian terjadi saat bumi berada pada daerah ....
13.

Gambar di atas menunjukkan terjadinya peristiwa gerhana matahari ....

14.    Pada saat terjadi gerhana matahari sebagian, cahaya matahari yang menuju ke bumi terhalang oleh ....
15.    Gerhana matahari cincin terjadi saat bulan berada pada titik terjauh dari ....
16.    Karena matahari lebih besar, maka terjadi dua macam bayangan bumi yaitu bayangan inti dan bayangan ....
17.    Bayangan inti bumi juga disebut ....
18.

        Pada gambar di atas, bayangan umbra ditunjuk huruf ....

19.    Bila seluruh permukaan bulan masuk ke dalam bayangan inti bumi, maka terjadilah gerhana ....
20.    Gerhana bulan sebagian terjadi bila ....


III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1. Apa yang menyebabkan terjadinya gerak semu harian matahari?
2. Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah pembagian waktu, coba sebutkan!
3. Apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan pembagian waktu di Indonesia?
4. Apa yang dimaksud revolusi bumi?
5. Apa yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut?
6. Bilamana terjadinya gerhana bulan?
7. Bilamana terjadinya gerhana matahari?
8. Gambar di bawah menunjukkan terjadinya peristiwa apa?


9. Gambar di bawah menunjukkan terjadinya peristiwa apa?


10. Apa yang dimaksud umbra dan penumbra?



Rotasi dan Revolusi Bumi, IPA SD Kelas VI
Penulis: Sriyono, Edi Trinugroho, Endang SW, Ari Harnanto
Buku Sekolah Elektronik, Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2010

Materi pelajaran terkait/serupa bab ini untuk kelas 6 SD:
·      Bumi dan Alam Semesta (S. Rositawaty, Aris Muharam)
·      Tata Surya (Dwi Suhartanti, Isnani Aziz Zulaikha, Yulinda Erma Suryani)
·      Gerakan Bumi dan Bulan (Dwi Suhartanti, Isnani Aziz Zulaikha, Yulinda Erma Suryani)
·      Tata Surya (Yayat Ibayati, Sri Anggraeni)
·      Rotasi Bumi (Yayat Ibayati, Sri Anggraeni)
·      Tata Surya (Heri Sulistyanto, Edy Wiyono)
·      Bumi dan Gerakannya (Heri Sulistyanto, Edy Wiyono)
·      Bumi dan Alam Semesta (Sularmi, M.D Wijayanti)
·      Bumi dan Alam Semesta (Suryati, Umi Habibah, Nugroho Yuwananto)
·      Tata Surya (Ahmad Zulfikar Zein, S.Pd., Asep Rahman. S.Pd.)
·      Sistem Tata Surya (Mulyati Arifin, Mimin Nurjhani K., Muslim)
·      Bumi, Bulan, dan Matahari (Mulyati Arifin, Mimin Nurjhani K., Muslim)
·      Bumi dan Alam Semesta (Sulistyowati, S.Pd, Sukarno, S.Pd)
·      Tata Surya (Ari Pitoyo, Sri Purwaningtyas)
·      Sistem Tata Surya (Sriyono, Edi Trinugroho, Endang SW, Ari Harnanto)
·      Rotasi dan Revolusi Bumi (Sriyono, Edi Trinugroho, Endang SW, Ari Harnanto)

Tidak ada komentar: