Mengenal Seni Rupa Murni

Perasaan manusia selalu berubah-ubah. Suatu ketika seseorang merasa gembira, tetapi beberapa saat kemudian dapat menjadi sedih. Orang dapat pula merasa cemas, takut, atau marah. Semua perasaan itu dapat diungkapkan dalam karya seni rupa. Oleh karena itu tidak jarang kita melihat karya seni rupa yang aneh, sulit dimengerti, dan tampak tak memiliki arti. Namun, sesungguhnya itu merupakan lambang perasaan seniman yang dituangkan dalam karyanya. Sebagaimana terlihat pada keramik seni karya Hendrawan pada Gambar 1. Kamu tentu merasa aneh dan bingung melihat bentuk dan judul karya keramik tersebut. Kamu tentu bertanya-tanya, mengapa Hendrawan membuat karya dengan bentuk yang aneh? Mengapa pula karya seni tersebut diberi judul ”Javanese Spirit”, yang artinya semangat orang Jawa? Memang begitulah karya seni rupa murni, kadang terlihat aneh dan sulit dimengerti. Mari, belajar tentang seni rupa murni.


A. Makna Karya Seni Rupa Murni

Segala jenis karya seni rupa yang sengaja dibuat untuk media ekspresi atau sarana mengungkapkan perasaan disebut karya seni rupa murni. Ungkapan-ungkapan perasaan tersebut dapat dituangkan dalam bentuk karya seni rupa yang sederhana dan mudah dimengerti. Sebaliknya, ada pula karya seni rupa murni yang aneh, penuh makna simbolis, dan sulit dimengerti. Sebagai contoh perhatikan beberapa karya seni rupa berikut.




Coba kamu amati tiap-tiap karya seni di atas. Ada lukisan dengan judul dan objek yang mudah dimengerti (Gambar 3), tetapi ada juga lukisan yang judul dan objeknya sulit dimengerti (Gambar 2). Demikian juga objek karya seni patung. Ada yang mudah dimengerti (Gambar 4) dan ada pula yang sulit dimengerti (Gambar 5).


B. Jenis Karya Seni Rupa Murni Daerah

Ada beberapa daerah di Indonesia yang menjadi pusat tempat tinggal para seniman. Daerah-daerah tersebut antara lain Bali, Yogyakarta, Surakarta, Jakarta, dan Bandung. Para seniman tinggal dan berkarya di daerah-daerah tersebut sehingga kegiatan kesenian di daerah yang bersangkutan menjadi berkembang. Jenis-jenis karya seni rupa murni yang berkembang tersebut sebagai berikut.


1. Seni Lukis

Dibandingkan dengan daerah-daerah lain, perkembangan seni lukis di Bali terlihat lebih maju. Hal ini disebabkan banyak seniman yang bermukim di sana. Bahkan, tidak sedikit dari seniman-seniman tersebut yang berasal dari luar negeri. Tokoh-tokoh pelukis dari Bali yang terkenal antara lain Cokorda Gede Agung Sukowati, Ida Bagus Kembeng, dan Walter Spies.


Tokoh pelukis dari daerah lain antara lain Sudjana Kerton dan Jeihan dari Bandung, serta Joko Pekik dan Widayat dari Yogyakarta.


2. Seni Patung

Perkembangan seni patung Bali juga sangat menonjol. Seni patung Bali paling awal berasal dari abad ke-8. Patung pada masa itu berupa perwujud an dewa-dewa yang digunakan dalam pura. Saat ini bentuk patung Bali sudah sangat beragam dengan penampilan yang sudah diperhalus. Seniman patung dari Bali yang terkenal antara lain Ida Bagus Njana, Ida Bagus Tilem, dan Ida Bagus Gelodog.


Di daerah lain juga ditemukan macam-macam bentuk dan gaya seni patung. Karya patung tradisi yang menonjol yaitu patung leluhur atau peringatan yang menggambarkan roh nenek moyang. Orang Toraja mempunyai tradisi membuat patung orang yang telah mati. Patung semacam ini disebut tau-tau dan biasa ditempatkan di luar kubur batu. Demikian pula patung-patung suku Asmat. Bisa dikatakan hampir semua patung suku Asmat merupakan sosok leluhur karena patung-patung tersebut diberi nama orang yang telah mati.


3. Seni Keramik

Desa tembikar (keramik) dapat ditemukan hampir di seluruh Indonesia, kecuali Papua. Beberapa di antaranya yang terkenal yaitu Kasongan di Yogyakarta, Banyumulek di Lombok, dan Pleret di Purwakarta. Pada awalnya karya keramik yang dibuat berupa benda-benda fungsional seperti peralatan dapur, celengan, dan hiasan bangunan. Tetapi, saat ini para pengrajin mulai menciptakan keramik dengan bentuk-bentuk non fungsional atau biasa disebut sebagai keramik seni. Tokoh seniman dalam bidang ini F. Widayanto.



4. Seni Batik

Tokoh seni batik yang terkenal di Indonesia antara lain Amri Yahya. Amri Yahya tinggal dan terus berkarya hingga akhir hayatnya di Yogyakarta. Amri Yahya dikenal sebagai pelukis batik. Karyanya kebanyakan berupa lukisan abstrak dengan teknik celup dan perintangan dengan lilin. Salah satu karya lukisan batiknya yaitu ”Borobudur”. Lukisan-lukisan batiknya sering diperkenalkan dalam pameran di dalam dan di luar negeri.



C. Apresiasi Terhadap Karya Seni Rupa Murni

Kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan kata apresiasi, yaitu kegiatan menilai atau menghargai karya seni. Ada banyak hal yang dapat dijadikan dasar penilaian, di antaranya bentuk, objek, tema, teknik, dan makna simbolnya. Dalam bab satu kita belajar menilai karya seni rupa terapan. Masih ingat, bukan? Dalam bab ini, mari belajar menilai karya seni rupa murni.


1. Apresiasi Terhadap Karya Lukisan

Tiap-tiap pelukis memiliki gaya dan teknik melukis yang berbeda satu sama lain. Demikian pula objek dan makna sim bolis yang dituangkan dalam lukisannya berbeda antara lukisan satu dengan yang lain. Sebagai contoh perhatikan lukisan karya Affandi pada Gambar 12. Affandi memiliki lambang khusus untuk lukisannya. Misalnya matahari mengandung makna sumber penghidupan, tangan bermakna aku bekerja dengan tanganku bukan pikiranku, dan kaki bermakna aku berjalan maju dengan kakiku.

Affandi memiliki gaya atau teknik melukis yang unik. Dia melukis tidak menggunakan kuas tetapi langsung mengoleskan cat dari tube ke kanvas dan terkadang hanya menggunakan jarinya sebagai alat bantu (Gambar 13).


Kamu juga dapat menciptakan lambang-lambang dalam lukisanmu, misalnya bentuk lingkaran untuk melambangkan tekad yang bulat, bentuk bulan untuk melambangkan cita-cita, gambar tangga untuk melambangkan perjuangan menggapai cita-cita, dan sebagainya.

Tahukah Kamu
Pelukis Affandi sangat menyukai bentuk matahari, tangan, dan kaki sebagai perlambang. Oleh karena rasa cintanya yang besar terhadap bentuk-bentuk perlambang tersebut, Affandi menciptakan tanda tangan dirinya terdiri dari ketiga bentuk perlambang tersebut. Ia selalu membubuhkan tanda tangannya yang unik tersebut dalam setiap karyanya.



2. Apresiasi Terhadap Karya Patung

Patung dapat dibuat dari berbagai bahan dan dengan berbagai teknik. Ada patung tanah liat, patung kayu, patung batu, patung tembaga, dan patung baja. Tiap bahan memerlukan teknik atau cara pengerjaan yang berbeda. Ada yang dikerjakan dengan tatah, dipahat, dicor, dilas, atau cukup dibentuk dengan tangan karena bahannya bersifat lunak. Patung yang dibuat oleh seniman patung ada yang bentuknya sederhana dan mudah dimengerti. Namun, ada juga bentuk patung yang aneh dan sulit dimengerti. Perhatikan Gambar 14 dan Gambar 15.


Gambar 14 merupakan patung karya Edhi Sunarso yang menjadi monumen atau tanda peringatan pembebasan Irian Barat. Lambang dari objek seorang pria yang terbebas dari rantainya mudah dimengerti maknanya yaitu pembebasan. Patung ”Persatuan” karya But Mochtar (Gambar 15) lebih sulit dimengerti bentuk dan maknanya. Kamu pasti merasa bingung, mengapa bentuk itu dapat dijadikan sebagai lambang per satuan? Tentu saja kamu merasa bingung, sebab But Mochtar memang sengaja menciptakan bentuk abstrak sehingga orang tidak mudah menangkap maksudnya.

Selanjutnya, coba kamu amati contoh apresiasi seni berikut ini. Pahamilah maksudnya.

Apresiasi
Patung yang tampak pada Gambar 16 bentuknya jelas, yaitu figur seorang wanita yang sedang menghadapi sebuah jambangan berisi bunga. Patung tersebut dibuat dari batu pualam yang dipahat sedemikian rupa sehingga diperoleh bentuk seperti tampak di depan. Patung yang tampak pada Gambar 17 tersebut bersifat abstrak, objeknya tidak jelas dan sulit dimengerti. Patung tersebut terbuat dari bahan kayu dengan teknik tatah dan ukir.
  

Tahukah Kamu
Abstrak artinya tidak kelihatan. Oleh karena itu lukisan dan patung yang bentuknya tidak jelas atau tidak terlihat menyerupai objek tertentu disebut sebagai lukisan dan patung abstrak.





Mengenal Seni Rupa Murni, Seni Budaya dan Keterampilan Kelas 4 SD
Buku Sekolah Elektronik, Departemen Pendidikan Nasional



Tidak ada komentar: