Mengenal Motif Batik


Batik tentu bukan hal yang asing lagi bagimu. Banyak baju, selimut, seprai, taplak meja, tas, dan ikat kepala yang meng gunakan motif batik. Bahkan, saat ini penggunaan motif batik tidak hanya terbatas pada kain. Motif batik juga banyak di gunakan untuk benda-benda kerajinan dari bahan kayu, perak, dan kertas. Gambar 1 menunjukkan cenderamata dari bahan kayu yang dihias dengan motif batik.

Berkarya Benda Kerajinan dan Model Benda Konstruksi


Gambar 1 menunjukkan sebuah model kamar tidur. Dalam model kamar tidur tersebut terdapat beberapa model perabot, yaitu meja, kursi, tempat tidur, dan karpet. Model perabot tersebut dibuat mirip dengan benda aslinya.

Menggambar Bentuk Objek Tiga Dimensi

Pernahkah kamu mengamati benda-benda yang ada di sekitarmu, seperti televisi, vas bunga, gelas, mangkuk, kulkas, botol, lemari, atau benda lainnya? Pernahkah kamu berpikir bahwa benda-benda tersebut memiliki bentuk dasar geometris tiga dimensi, seperti balok, kubus, kerucut, bola, dan tabung? Setelah mengamati benda-benda yang ada di sekitarmu, pernahkah kamu mencoba menggambarkan benda-benda tersebut secara langsung? Pada bab ini, kamu akan mempelajari bagaimana menggambar bentuk benda tiga dimensi tersebut, termasuk juga prinsip menggambarnya, alat dan bahan yang digunakan, serta teknik menggambarnya.

Asal Mula Padi

Mendengarkan Cerita Rakyat
Makanan pokok kita semua adalah nasi. Nasi tersebut berasal dari padi yang ditanam. Apakah kamu pernah mendengar cerita tentang “Asal Mula Padi”? Tentu di antara kamu banyak yang belum tahu. Dengarkanlah cerita rakyat yang akan dibacakan oleh guru atau temanmu di bawah ini!

Batu Menangis

Mendengarkan Cerita Rakyat
Dengarkanlah cerita rakyat yang akan dibacakan oleh guru atau temanmu di bawah ini!

Buah, Kacang-kacangan dan Manisan

Pengenalan Bahan Dasar Patiseri

Yang dimaksud adalah buah dan kacang-kacangan yang sudah dikeringkan dan diawetkan. Buah dan kacang-kacangan itu digunakan untuk berbagai jenis produk kue dan roti. Sebelum digunakan perlu dicuci serta direndam dalam air hangat lebih dahulu agar lunak. Waktu perendaman tidak boleh terlalu lama, kurang lebih satu menit, untuk menghindari agar tidak terlalu banyak menyerap air sehingga menjadi lembek. Apabila buah dan kacang-kacangan tersebut menjadi lembek maka sewaktu proses percampuran adonan akan hancur dan menyebabkan adonan menjadi berwarna atau kelihatan kotor. Selain itu, bila terlalu lama direndam maka rasanya akan sedikit berkurang. Setelah buah dan kacang-kacangan itu dicuci dan direndam, maka harus segera diangkat, ditiriskan, dan kemudian ditaburkan pada selembar kain yang kering agar airnya terserap. Percampuran buah dan kacang-kacangan pada adonan biasanya dilakukan pada tahap yang terakhir agar kemungkinan rusak relative lebih kecil.